SEORANG daripada ahli keluarga mangsa tidak dapat menahan kesedihan di Lapangan Terbang Juanda. FOTO AP

Surabaya: Keluarga penumpang pesawat AirAsia Indonesia QZ8501 yang hilang ketika dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura pagi ini mula berkumpul di Lapangan Terbang Juanda, Surabaya.

Biarpun status pesawat yang dilaporkan terputus hubungan antara Belitung Timur dan Pulau Kalimantan masih belum dapat dipastikan, namun ahli keluarga yang terkejut dan bersedih sudah mula memenuhi lapangan terbang di Surabaya.

Menurut laporan Detikcom hingga 11.30 pagi waktu Indonesia barat, sejumlah keluarga penumpang mulai mengunjungi pusat kawalan krisis di Terminal 2 lapangan terbang Juanda, Surabaya.

Sebahagian ahli keluarga mangsa tidak dapat ditemu bual kerana masih bersedih.

Salah seorang keluarga penumpang, Maria, menanyakan keadaan suaminya yang terbang ke Singapura bersama empat orang rakan. Maria mendukung anaknya yang masih kecil.

"Dia terbang ke Singapura bersama rombongan empat orang. Saya tidak tahu siapa saja rombongannya," katanya sembil menangis.

Pesawat AirAsia QZ8501 membawa 155 penumpang dan kru. Di antara 149 penumpang ada 1 warga negara Jerman, 1 warga Singapura, 1 warga Malaysia dan 3 warga Korea Selatan.

Pesawat ini dikemudi oleh juruterbangi Iriyanto dibantu dengan seorang pembantu juruterbang asal Perancis dan lima orang kru lain.

Sehingga kini belum dapat dipastikan status pesawat tersebut dan nasib penumpang serta anak kapalnya.

Artikel ini disiarkan pada : Ahad, 28 Disember 2014 @ 2:30 PM